Monday, October 19, 2015


Frans Vonny Calestine 915120112
Evon Natalia 915120139
Yolinsia 915130144
Jie Riani Soetarji 915130225


Selasa, 13 Oktober 2015


LIPUTAN BERPERSPEKTIF PEMBERANTASAN KORUPSI



“Korupsi timbul karena malas,tidak efisien, manja , korupsi dimulai dari hal kecil, kalau bicara korupsi, mulailah berantas dari diri sendiri, hilangkan hal-hal yang tidak produktif” – Jimmy Silalahi

Pada pertemuan kali mata kuliah Kapita Selekta Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara, mendatangkan dewan pers termuda diantara ke 9 anggota dewan pers, Bapak Jimmy Silalahi. Beliau membawakan materi liputan berperspektif pemberantasan korupsi. Bapak Jimmy memaparkan  Dilema jurnalis dalam pemberitaan korupsi sebagai berikut :
1.       Kecepatan pemyampaian berita vs kedalaman berita
Jurnalis dituntut untuk mendapatkan berita segera, tetapi terkadang menjadi penyebab aktualitas dipertanyakan, dikarenakan belum terselami secara mendalam berita tersebut.
2.       Kelugasan penulisan vs asas praduga tak bersalah
Tak jarang ditemukan headline berita yang bersifat opini, dan mengesampingkan asas praduga tak bersalah, sebagai contoh seseorang yang semestinya masih menyandang status saksi, tetapi media menetapkan sebagai tersangka tanpa ada konfirmasi dari pihak berwajib.
3.       Ruang privat vs ruang publik
Etika jurnalis menjadi penting , karena sebagai jurnalis harus mampu membedakan mana ruang publik dan mana ruang privat ,sekalipun seseorang adalah tersangka, ruang privet adalah mutlak tidak dapat diganggu gugat, seperti kediaman tersangka, keluarga tersangka, dan lingkungan pergaulan tersangka.
4.       Belum baca atau pahan kode etik jurnalistik
Masih ditemui jurnalis yang menjalankan tugas tanpa membekali diri dengan kode etik

Analisa persoalan dari sejumlah pemberitaan korupsi :
1.       Tidak berimbang, tidak akurat, tidak melakukan verifikasi
2.       Opini yang menghakimi
3.       Mencampurkan fakta dengan opini
4.       Bahasa yang bombastis. Kurang memperhatikan dan memperhitungkan dampak pemberitaan
5.       Konflik kepentingan, keterangan sumber berbeda dengan yang dikutip berita


Bapak Jimmy menutup perkuliahan dengan mengatakan “ Pers harus mengedukasi masyarakat”.

Monday, October 5, 2015

Media Communication Today, and Tomorrow

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (FIKom Untar) telah kedatangan dosen tamu yaitu Bapak Kukuh Sanyato Dalam kedatangannya untuk mata kuliah kapita selekta ini, beliau mengajarkan mahasiswa-mahasiswi FIKom Untar mengenai Tantangan & Perubahan pada Media Komunikasi"

Saat memulai kuliah Kukuh menekankan bahwa peradaban manusia selalu mengalami perubahan, setiap perubahan selalu menciptakan peluang bila tidak ada perubahan maka tidak akan ada peluang. Beliau termasuk salah satu orang yang mengikuti perkembangan teknologi, pada zaman dahulu susahnya mendapatkan telepon , jika ada itu pasti hanya orang - orang terpandang yang dapat memilikinya, namun sekarang hampir semua kalangan memiliki dan memanfaatkan telepon sebagai sarana komunikasi.

Kini perkembangan teknologi komunikasi modern mengarah pada media sosial. Karena melalui sosial media banyak orang dapat mengaksesnya tanpa mengenal umur. Kecanggihan ini sangat dirasakan dan dimanfaatkan oleh generasi muda saat ini. Banyak diantara mereka telah menggunakan untuk menyampaikan kritik positif atau negatif, menjadikan sosial media sebagai alat komunikasi baru yang dapat menghemat waktu dan masih banyak lagi.

Creative people look at exception and see it as the rule because they see X as Y,” Ujar Kukuh yang mengajak kita agar berpikir kreatif untuk mendapatkan peluang. Kemudian Kukuh mengajarkan tentang contradiction in terms, maksudnya adalah apa yang dikatakan oleh orang lain baik atau buruk bisa jadi justru yang sebenarnya adalah kebalikannya. 

Media komunikasi tidak berbicara tentang apa yang kita katakan, melainkan bagaimana kita mengatakan kata-kata kepada lawan bicara kita. Terdapat perbedaan yang sangat besar, dimana pandangan terhadap media komunikasi tidaklah sama seperti zaman terdahulu. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari tabel berikut ini:

Association of Newspaper) 

Sebelum menutup kelas pada hari itu, Kukuh mengatakan, “Merubah peta lebih mudah daripada memetakan perubahan. Perubahan apa yang ingin kita bangun? Perbaruan apa yang ingin kita lakukan? Lets design to make it better. Just think, have courage and do it!.”