Frans Vonny Calestine 915120112
Evon Natalia 915120139
Yolinsia 915130144
Jie Riani Soetarji 915130225
Selasa, 13 Oktober 2015
LIPUTAN BERPERSPEKTIF PEMBERANTASAN KORUPSI
“Korupsi timbul karena malas,tidak efisien, manja , korupsi
dimulai dari hal kecil, kalau bicara korupsi, mulailah berantas dari diri
sendiri, hilangkan hal-hal yang tidak produktif” – Jimmy Silalahi
Pada pertemuan kali mata kuliah Kapita Selekta Fakultas Ilmu
Komunikasi Universitas Tarumanagara, mendatangkan dewan pers termuda diantara
ke 9 anggota dewan pers, Bapak Jimmy Silalahi. Beliau membawakan materi liputan
berperspektif pemberantasan korupsi. Bapak Jimmy memaparkan Dilema jurnalis dalam pemberitaan korupsi
sebagai berikut :
1.
Kecepatan pemyampaian berita vs kedalaman berita
Jurnalis dituntut untuk mendapatkan berita
segera, tetapi terkadang menjadi penyebab aktualitas dipertanyakan, dikarenakan
belum terselami secara mendalam berita tersebut.
2.
Kelugasan penulisan vs asas praduga tak bersalah
Tak jarang ditemukan headline berita yang
bersifat opini, dan mengesampingkan asas praduga tak bersalah, sebagai contoh
seseorang yang semestinya masih menyandang status saksi, tetapi media
menetapkan sebagai tersangka tanpa ada konfirmasi dari pihak berwajib.
3.
Ruang privat vs ruang publik
Etika jurnalis menjadi penting , karena
sebagai jurnalis harus mampu membedakan mana ruang publik dan mana ruang privat
,sekalipun seseorang adalah tersangka, ruang privet adalah mutlak tidak dapat
diganggu gugat, seperti kediaman tersangka, keluarga tersangka, dan lingkungan
pergaulan tersangka.
4.
Belum baca atau pahan kode etik jurnalistik
Masih ditemui jurnalis yang menjalankan tugas
tanpa membekali diri dengan kode etik
Analisa persoalan dari sejumlah pemberitaan korupsi :
1.
Tidak berimbang, tidak akurat, tidak melakukan
verifikasi
2.
Opini yang menghakimi
3.
Mencampurkan fakta dengan opini
4.
Bahasa yang bombastis. Kurang memperhatikan dan
memperhitungkan dampak pemberitaan
5.
Konflik kepentingan, keterangan sumber berbeda
dengan yang dikutip berita
Bapak Jimmy menutup perkuliahan dengan mengatakan “ Pers
harus mengedukasi masyarakat”.

