Tuesday, December 8, 2015

Bahasa dalam Media

Frans Vonny Calestine            915120112
Evon Natalia                           915120139
Yolinsia                                   915130144
Jie Riani Soetarji                     915130225

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (FIKom Untar) kedatangan dosen tamu untuk pertemuan terakhir pelajaran Kapita Selekta pada Selasa, 1 Desember 2015. Dosen tamu tersebut yaitu Husein Haikal.

Pak Haikal membawakan materi tentang cara untuk membuat judul skripsi yang baik. Hal ini sangat membantu bagi mahasiswa/i FIKom Untar, karena kelas kapita selekta merupakan kelas bagi kebanyakan mahasiswa/i semester 7 yang saat ini sedang sibuk dengan penulisan skripsi.
Selain cara utuk membuat judul skripsi, Pak Haikal juga mengajarkan tata cara penulisan / pencantuman sumber dalam penulisan suatu karya ilmiah atau karya tulis.

Tak hanya itu juga, Pak Haikal juga memberikan fotocopyan pustaka dari buku Serpihan Kisah Bu Risma. Bu Risma merupakan sosok seorang wanita yang melayani tanpa henti. Dari fotocopyan tersebut, Pak Haikal menuturkan bahwa pemimpin berbeda dengan penguasa. Seorang pemimpin akan mau untuk melayani seperti Bu Risma yang siap menjadi tukang sapu jalanan tanpa peduli dengan penilaian orang. Sedangkan, penguasa merupakan orang yang dilayani.

Monday, November 30, 2015

HUBUNGAN MASYARAKAT UNTAR

"HUBUNGAN MASYARAKAT UNTAR"

Frans Vonny Calestine 915120112
Evon Natalia 915120139
Yolinsia 915130144
Jie Riani Soetarji 915130225


Selasa, 24 November 2015


Pertemuan 10 : Yugih Setyanto, S.sos.,M.Si.


Materi kuliah kapita selekta kali ini membahas tentang Public Relation di lembaga pendidikan yang dibawakan langsung oleh Bapak Yugih Setyanto, S.sos.,M.Si.
Selaku dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara yang juga merupakan salah satu PR dari UNTAR , Bapak Yugih mengungkapkan bahwa kampus memerlukan PR meskipun berbeda dengan PR di korporasi.

Tujuan di dirikan HUMAS UNTAR sendiri untuk menciptakan dan mengembangkan hubungan harmonis UNTAR dengan masyarakat baik internal maupun eksternal, mempromosikan dan meningkatkan citra baik UNTAR dan mengkoordinasikan kegiatan di tingkat universitas dan fakultas agar dapat berjalan seiring.



Beberapa bidang PR di UNTAR :
1. Bidang Eksternal
2. Bidang Internal
3. Bidang Event Organizer atau Protokoler

PR Universitas Tarumanagara sudah melakukan banyak kegiatan PR eksternal diantaranya melakukan media relations agar UNTAR lebih dikenal melalui publikasi yang positif. Media relations yang dilakukan dapat berupa media visit, membuat press realease, mengadakan press conference, media gathering, mengenalkan para pakar di UNTAR sebagai narasumber yang bisa di tanya media untuk menanggapi kasus-kasus yang membutuhkan tenaga ahli.

Untuk bidang internal kegiatannya adalah mengelola media publikasi internal, mendukung pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Universitas Tarumanagara.
Bidang Event Organizer atau protokoler nertugas untuk mengelola acara resmi yang diselenggarakan UNTAR dan supporting kegiatan fakultas / lembaga terutama dalam keprotokoleran bila melibatkan pihak luar dan dihadiri VIP.


"Everything you do or say is public relations" - Unknown

Monday, November 23, 2015

Pengalamannya di Bidang Fotografi

Selasa 17 November 2015 
Pada pertemuan ini, sedikit berbeda dengan pertemuan-pertemuan biasanya yang lumayan serius. Karena materi yang akan dibahas oleh dosen tamu kita mengenai dunia fotografi. Bapak Didiet Anindita adalah seorang fotografer professional yang telah melahirkan berbagai karya dalam bentuk foto atau gambar. Dan Bapak Didiet menjadi dosen tamu kapita selekta hari ini, yang akan membagi ilmu dan pengalamannya di bidang fotografi.
Fotografi berasa dari bahasa Yunani :Fos" yang berarti cahaya dan "Grafo" yang berarti melukis/menulis, secara harafiah fotografi meupakan proses melukis dengan menggunakan cahaya. Siapa sih, yang tidak suka dengan fotografi? Mungkin hampir semua mahasiswa/i Fikom menyukai fotografi, karena fotografi merupakan salah satu mata kuliah yang ada di Fikom Untar. Selain itu menjadikan sebuah tantangan bagi anak komunikasi untuk dapat mengintepretasikan dan berkomunikasi melalui gambar atau fotyo yang berisikan makna yang sangat dalam.
Dalam kuliahnya tersebut, Pak Didiet begitu sapaannya menjelaskan Rules of Thirds. Komposisi Rules of Thirds adalah salah satu prinsip komposisi fotografi yang paling dikenal dan paling populer bagi mayoritas penggemar fotografi. Aturan komposisi ini menjadi pondasi bagi keseimabngan elemen foto. Dalam Komposisi Rules of thirds hanyalah salah satu dari sekian banyak prinsip komposisi. Prinsip Rules of Thirds merupakan bidang foto dibagi menjadi 3 bagian yang sama besarnya.
Dibalik keberhasilan dan kesuksesan dalam mendapatkan sebuah hasil yang baik, ternyata banyak pihak-pihak pendukung yang terlibat didalamnya, diantaranya:
- Fotografer
- Art Director
- Pengarah Gaya
- Owner
- Make Up Artist

TERIMA KASIH :)



Monday, November 16, 2015

EKONOMI POLITIK MEDIA

Frans Vonny Calestine 915120112
Evon Natalia 915120139
Yolinsia 915130144
Jie Riani Soetarji 915130225

SELASA, 10 NOVEMBER 2015

Pada pertemuan mata kuliah Kapita Selekta Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara kali ini, mendatangkan bapak Dr. Eko Harry Susanto,M.Si. Beliau membawakan materi Ekonomi Politik Media yang dijabarkan sebagai berikut :
Demokrasi Media :
      Ruang Publik sbg potensi  demokratis  media  tenggelam ketika rasionalitas birokrasi atau modal mulai mengambil alih dan mendominasi fungsi, sistem kerja dan orientasi produksi media (Agus Sudibyo, 2009 :xix). Lihat UU No.32/2002 tentang Penyiaran 

Media Sebagai Institusi Ekonomi  (Mc.Quail, 2010) :
Media berbeda atas dasar apakah media tersebut mempunyai struktur fixed dan variabel cost.
Pasar media mempunyai karakter ganda: dibiayai oleh konsumen dan atau oleh para pengiklan.
Media yang dibiayai oleh pendapatan iklan lebih rentan atas pengaruh eksternal yang tidak diinginkan.
Media yang didasarkan pada pendapatan konsumen rentan krisis keuangan jangka pendek.
Perbedaan utama dalam penghasilan media akan menuntut perbedaan ukuran kinerja media.
Kinerja media dalam satu pasar akan berpengaruh pada kinerja di tempat lain (pasar lain).
Ketergantungan pada iklan dalam media massa berpengaruh pada masalah homogenitas program media.
Iklan dalam media yang khusus akan mendorong keragaman program acara.
Jenis iklan tertentu akan menguntungkan pada masalah konsentrasi pasar dan khalayak
Persaingan dari sumber pendapatan yang sama akan mengarah pada keseragaman.

Ekonomi Media : UU No.40/1999 ttg  Pers :
 •Perusahaan Pers memberikan kesejahteraan kepada wartawan & karyawan Pers dalam
bentuk kepemilikan saham dan atau laba bersih serta bentuk kesejahteraan lainnya

Media Sebagai Institusi Ekonomi :
Media sebagai institusi ekonomi beroperasi berdasar rasionalitas bisnis
Investasi di media bukan karena  idealisme, tetapi berbisnis.

Produksi Informasi :

Informasi yang diproduksi media ditentukan oleh  nilai tukar, perluasan pasar dan
kepentingan  ekonomi pemilik media.
Media adalah proses ekonomi yang menghasilkan  komoditi  (isi
Media sesungguhnya mengarahkan perhatian khlayak ke iklan


Audience Sebagai Pasar :

Media dan khalayak adalah hubungan konsumenprodusen bersifat kalkulatif
Tidak menghiraukan  hubungan sosial khalayak
Stratifikasi sosialekonomi mempengaruhi  produksi informasi media
Prinsip pasar , khalayak  yang memilih  untuk melihat dan mendengar media adalah
sasaran perhatian media

Lingkungan Ekonomi Media :

Pasar massal yang dikuasai unit produksi besar, mendorong pemusatan kepemilikan
media 
Muncul  perusahaan media  kuat  yang  memiliki  jaringan industri -  bisnis media 
lainperusahaan koran di mana satu perusahaan

Wednesday, November 4, 2015

Corporate Communication Strategy

Frans Vonny Calestine            915120112
Evon Natalia                           915120139
Yolinsia                                   915130144
Jie Riani Soetarji                     915130225

Selasa, 3 November 2015 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (FIKom Untar) kedatangan dosen tamu untuk mengajarkan kelas Kapita Selekta. Dosen tamu bernama Suciati Oktavia atau akrab di panggil dengan nama Ibu Evie. Ibu Evie merupakan PR dari BNI dan saat ini menjabat sebagai Assistant Vice President (AVP). Dalam pertemuan kali ini, Ibu Evie menjelaskan mengenai “Corporate Communication Strategy”.

Dalam Corporate Communication Strategy, terdapat istilah Corporate Secretary. Corporate Secretary berbeda dengan Humas. Perbedaannya yaitu, Corporate Secretary merupakan suatu unit atau seseorang yang biasanya ada di perusahaan go public (terbuka). Biasanya, Corporate Secretary disebut sebagai divisi kesekretariatan perusahaan. Sedangkan, Humas merupakan seseorang yang membangun hubungan ke dalam (internal) dan keluar (eksternal).

Adapun, Ibu Evie menjelaskan perbedaan dari Corporate Communication dan Marketing Communication, yaitu:
Corporate Communication bertujuan melakukan kegiatan yang lebih mengarah ke citra (image) perusahaan, sedangkan
Marketing Communication bertujuan untuk meningkatkan penjualan (jualan produk).

Ibu Evie juga menegaskan bahwa untuk membuat kebijakan strategis perusahaan, PR tidak boleh melenceng dari strategi perusahaan. Yang dimaksud dari strategi perusahaan disini yaitu visi dan misi perusahaan.

“Divisi komunikasi sebagai integrator komunikasi” tutur Ibu Evie sehingga PR harus menjalin hubungan dengan stakeholders baik internal maupun eksternal.
Stakehoders internal yaitu management yang terdiri dari komisaris dan direksi, karyawan sedangkan stakeholders eksternal yaitu pemerintah, lembaga, investor, media, publik.

Contoh kegiatan internal BNI:
Website, intranet
Contoh kegiatan eksternal BNI:
Mengunjungi media-media yang punya pengaruh besar terhadap perusahaan seperti gathering.

PR dalam Organisasi BNI
·         Fungsi Corporate Secretary
§  Memenuhi ketentuan pasar modal
§  Keterbukaan antara perusahaan dan pemegang saham
·         Fungsi PR / Humas
§  Menciptakan image positif

§  Menginformasikan segala kejadian actual perusahaan kepada publik eksternal maupun internal

Monday, October 19, 2015


Frans Vonny Calestine 915120112
Evon Natalia 915120139
Yolinsia 915130144
Jie Riani Soetarji 915130225


Selasa, 13 Oktober 2015


LIPUTAN BERPERSPEKTIF PEMBERANTASAN KORUPSI



“Korupsi timbul karena malas,tidak efisien, manja , korupsi dimulai dari hal kecil, kalau bicara korupsi, mulailah berantas dari diri sendiri, hilangkan hal-hal yang tidak produktif” – Jimmy Silalahi

Pada pertemuan kali mata kuliah Kapita Selekta Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara, mendatangkan dewan pers termuda diantara ke 9 anggota dewan pers, Bapak Jimmy Silalahi. Beliau membawakan materi liputan berperspektif pemberantasan korupsi. Bapak Jimmy memaparkan  Dilema jurnalis dalam pemberitaan korupsi sebagai berikut :
1.       Kecepatan pemyampaian berita vs kedalaman berita
Jurnalis dituntut untuk mendapatkan berita segera, tetapi terkadang menjadi penyebab aktualitas dipertanyakan, dikarenakan belum terselami secara mendalam berita tersebut.
2.       Kelugasan penulisan vs asas praduga tak bersalah
Tak jarang ditemukan headline berita yang bersifat opini, dan mengesampingkan asas praduga tak bersalah, sebagai contoh seseorang yang semestinya masih menyandang status saksi, tetapi media menetapkan sebagai tersangka tanpa ada konfirmasi dari pihak berwajib.
3.       Ruang privat vs ruang publik
Etika jurnalis menjadi penting , karena sebagai jurnalis harus mampu membedakan mana ruang publik dan mana ruang privat ,sekalipun seseorang adalah tersangka, ruang privet adalah mutlak tidak dapat diganggu gugat, seperti kediaman tersangka, keluarga tersangka, dan lingkungan pergaulan tersangka.
4.       Belum baca atau pahan kode etik jurnalistik
Masih ditemui jurnalis yang menjalankan tugas tanpa membekali diri dengan kode etik

Analisa persoalan dari sejumlah pemberitaan korupsi :
1.       Tidak berimbang, tidak akurat, tidak melakukan verifikasi
2.       Opini yang menghakimi
3.       Mencampurkan fakta dengan opini
4.       Bahasa yang bombastis. Kurang memperhatikan dan memperhitungkan dampak pemberitaan
5.       Konflik kepentingan, keterangan sumber berbeda dengan yang dikutip berita


Bapak Jimmy menutup perkuliahan dengan mengatakan “ Pers harus mengedukasi masyarakat”.

Monday, October 5, 2015

Media Communication Today, and Tomorrow

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (FIKom Untar) telah kedatangan dosen tamu yaitu Bapak Kukuh Sanyato Dalam kedatangannya untuk mata kuliah kapita selekta ini, beliau mengajarkan mahasiswa-mahasiswi FIKom Untar mengenai Tantangan & Perubahan pada Media Komunikasi"

Saat memulai kuliah Kukuh menekankan bahwa peradaban manusia selalu mengalami perubahan, setiap perubahan selalu menciptakan peluang bila tidak ada perubahan maka tidak akan ada peluang. Beliau termasuk salah satu orang yang mengikuti perkembangan teknologi, pada zaman dahulu susahnya mendapatkan telepon , jika ada itu pasti hanya orang - orang terpandang yang dapat memilikinya, namun sekarang hampir semua kalangan memiliki dan memanfaatkan telepon sebagai sarana komunikasi.

Kini perkembangan teknologi komunikasi modern mengarah pada media sosial. Karena melalui sosial media banyak orang dapat mengaksesnya tanpa mengenal umur. Kecanggihan ini sangat dirasakan dan dimanfaatkan oleh generasi muda saat ini. Banyak diantara mereka telah menggunakan untuk menyampaikan kritik positif atau negatif, menjadikan sosial media sebagai alat komunikasi baru yang dapat menghemat waktu dan masih banyak lagi.

Creative people look at exception and see it as the rule because they see X as Y,” Ujar Kukuh yang mengajak kita agar berpikir kreatif untuk mendapatkan peluang. Kemudian Kukuh mengajarkan tentang contradiction in terms, maksudnya adalah apa yang dikatakan oleh orang lain baik atau buruk bisa jadi justru yang sebenarnya adalah kebalikannya. 

Media komunikasi tidak berbicara tentang apa yang kita katakan, melainkan bagaimana kita mengatakan kata-kata kepada lawan bicara kita. Terdapat perbedaan yang sangat besar, dimana pandangan terhadap media komunikasi tidaklah sama seperti zaman terdahulu. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari tabel berikut ini:

Association of Newspaper) 

Sebelum menutup kelas pada hari itu, Kukuh mengatakan, “Merubah peta lebih mudah daripada memetakan perubahan. Perubahan apa yang ingin kita bangun? Perbaruan apa yang ingin kita lakukan? Lets design to make it better. Just think, have courage and do it!.” 


Monday, September 28, 2015

Media Massa dan Media Baru

Selasa, 22 September 2015
Pertemuan 4: Irwan Julianto

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (FIKom Untar) telah kedatangan dosen tamu yaitu Irwan Julianto. Irwan Julianto merupakan wartawan senior kompas .
Dalam kedatangannya untuk mata kuliah kapita selekta ini, beliau mengajarkan mahasiswa-mahasiswi FIKom Untar mengenai Media Massa dan Media Baru.



MEDIA MASSA DAN MEDIA BARU


Era media baru dan media sosial :
- Ditandai dengan perkembangan internet dan teknologi digital. yang merupakan lompatan dan revolusi. masyarakat informasi pun menjadi masyarakat dengan kultur digital ( Negroponte,1995)
- Kekuasaan dan pengaruh media massa yang tadinya terletak di tangan media, kini berada di tangan khalayak atau massa. informasi yang tadinya bersifat “one to many” berubah menjadi “many to many”
Salah satu wujud media baru adalah media sosial, yaitu media yang isinya diciptakan dan didistribusikan lewat interaksi sosial ( straubhaar et al., 2012 )

     Ciri- ciri media baru :
-    digital : digitalisasi terbukti dapat meningkatkan kualitas transmisi
-    interactive : sekarang ada tv,iklan,website interaktif
-    social media : yaitu media yang isinya diciptakan dan didistribusikan lewat interaksi sosial
-   Asynchronous Communication : konsumsi media bisa dilakukan sesuai waktu yang enak bagi tiap orang
-   narrowcasting : kini program siaran tv dan radio dapat dipesan secara khusus sesuai selera pribadi-pribadi
-  multimedia media : media lama seperti surat kabar dan majalah kini dapat menciptakan platform multimedia dengan video on demand, jurnalisme warga ( citizen journalism ) dan lain – lain

menurut Lister et al (2009), karakteristik media baru : digital, intern , hipertekstual, virtual , berjaringan dan tersimulasi


Media sosial di Indonesia
·         saat ini masyarakat Indonesia termasuk salah satu pengguna media sosial yang tertinggi di dunia
·         hingga tahun 2012 ( Nugroho dan Syarief, 2012 )
-          pengguna Twitter > 19.5 juta akun
-          Facebook : 42.5 juta
-          Blog : 5.3 juta
   
   Munculnya MANIPULATOR MEDIA , Termasuk media baru / media sosialpun dimanipulasi, misalnya dengan dibuatnya akun – akun twitter palsu dan (Ro)bot. 
      Manipulator media dapat juga menjadi PEMBUNUH KARAKTER seseorang atau suatu lembaga.
MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK AKTIVISME ANTIROKOK
PRO – KONTRA REGULASI ROKOK DI INDONESIA
media massa dan Media Sosial sebagai Ruang Publik Pertarungan Wacana

Masalah rokok di Indonesia :
-        ROKOK : masalah kesehatan masyarakat sekaligus masalah EKONOMI POLITIK yang amat serius di Indonesia . 70-80 juta perokok aktif ( termasuk 2 dari 3 pria dewasa ) : lebih dari 200.000 kematian/tahun. 25.000nya perokok pasif
-       walaupun rokok dinyatakan ADIKTIF, rokok tetap bebas diiklankan / dipromosikan .
-    industri rokok membidik kaum muda / remaja
-    PEROKOK PASIF tidak terlindungi
     KAWASAN TANPA ROKOK ( KTR ) belum ditegakkan
-    MEDIA MASSA sebagai RUANG PUBLIK mendua
  
     Ada 3 sebab utama mengapa rokok merajalela di Indonesia :
1.       keserakahan dan industri rokok ( biasa melakukan interfensi )
2.       iklan , promosi , sponsorship ( + “CSR” ) rokok yang massif
3.       lemahnya komitmen meregulasi rokok

Merokok dalam ruangan
·     ini adalah asap rokok/tembakau di sebuah pub irlandia sebelum larangan merokok di tempat umum dilarang mulai 29 maret 2004
·        di ruang tertutup , partikel racun dapat menempel dimana – mana .


Wednesday, September 16, 2015

Anatomi Regulasi Penyiaran Indonesia

Selasa, 15 September 2015
Pertemuan 3: Paulus Widiyanto

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (FIKom Untar) telah kedatangan dosen tamu yaitu Paulus Widiyanto. Paulus Widiyanto merupakan seorang Mantan Anggota DPR-RI, Ketua Masyarakat Cipta Media, dan Konsultan Rumah Perubahan LPP.
Dalam kedatangannya untuk mata kuliah kapita selekta ini, beliau mengajarkan mahasiswa-mahasiswi FIKom Untar mengenai Anatomi Regulasi Penyiaran Indonesia.

Paulus Widiyanto

Masalah Penyiaran Dalam Beberapa Undang-Undang
      Telekomunikasi (No. 36/1999);
      Pers (No. 40/1999);
      Penyiaran (No. 32/2002);
      Perfilman (No. 33/2009);
      Hak Cipta (No. 28/2014).

Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan/atau penerimaan dari setiap informasi.

Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi.

Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran yang dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat.
Rumusan tentang Film dan Perfilman:
·         Film adalah karya seni budaya yang merupakan pranata sosial dan media
·         Perfilman adalah berbagai hal yang berhubungan dengan film.

Siaran adalah pesan atau rangkaian pesan dalam bentuk suara dan gambar yang dapat diterima melalui perangkat penerima siaran.

Penyiaran radio adalah media komunikasi massa dengar, yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara.

Penyiaran televisi adalah media komunikasi massa dengar pandang, yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara dan gambar.

Siaran iklan adalah informasi yang bersifat komersial dan layanan masyarakat tentang tersedianya jasa, barang, dan gagasan yang dapat dimanfaatkan oleh khalayak dengan atau tanpa imbalan kepada lembaga penyiaran yang bersangkutan.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) adalah lembaga negara yang bersifat independen yang ada di pusat dan di daerah yang tugas dan wewenangnya diatur dalam Undang-Undang ini sebagai wujud peran serta masyarakat di bidang penyiaran.

Asas-Asas Penyiaran: Manfaat, Adil dan merata, Kepastian hukum, Keamanan, Keberagaman, Kemitraan, Etika, Kemandirian, Kebebasan, dan Tanggung jawab.

Fungsi Media Penyiaran:
1.      Fungsi informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol dan perekat sosial;
2.      Fungsi ekonomi dan kebudayaan.

Kewajiban dan Larangan LP:
      Lembaga Penyiaran wajib membayar IPP melalui kas negara.
      IPP radio berjangka waktu 5 tahun.
      IPP televisi berjangka waktu 10 tahun.
      IPP dapat diperpanjang.
      IPP dilarang dipindahtangankan kepada pihak lain.

Sanksi Administratif (SA) berupa:

teguran tertulis; penghentian sementara mata acara yang bermasalah setelah melalui tahap tertentu; pembatasan durasi dan waktu siaran; denda administratif; pembekuan kegiatan siaran untuk waktu tertentu; tidak diberi perpanjangan izin penyelenggaraan penyiaran; pencabutan Izin Penyelenggaraan Penyiaran.