Pertemuan 4: Irwan Julianto
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (FIKom Untar) telah kedatangan dosen tamu yaitu Irwan Julianto. Irwan Julianto merupakan wartawan senior kompas .
Dalam kedatangannya untuk mata kuliah kapita selekta ini, beliau mengajarkan mahasiswa-mahasiswi FIKom Untar mengenai Media Massa dan Media Baru.
MEDIA MASSA DAN MEDIA BARU
Era media baru dan media sosial :
- Ditandai dengan perkembangan internet dan
teknologi digital. yang merupakan lompatan dan revolusi. masyarakat informasi
pun menjadi masyarakat dengan kultur digital ( Negroponte,1995)
- Kekuasaan dan pengaruh media massa yang tadinya
terletak di tangan media, kini berada di tangan khalayak atau massa. informasi
yang tadinya bersifat “one to many” berubah menjadi “many to many”
- Salah satu wujud media baru adalah media sosial, yaitu media yang isinya diciptakan dan didistribusikan lewat interaksi sosial ( straubhaar et al., 2012 )
- Salah satu wujud media baru adalah media sosial, yaitu media yang isinya diciptakan dan didistribusikan lewat interaksi sosial ( straubhaar et al., 2012 )
Ciri- ciri media baru :
- digital : digitalisasi terbukti dapat
meningkatkan kualitas transmisi
- interactive : sekarang ada tv,iklan,website
interaktif
- social media : yaitu media yang isinya
diciptakan dan didistribusikan lewat interaksi sosial
- Asynchronous Communication : konsumsi media bisa
dilakukan sesuai waktu yang enak bagi tiap orang
- narrowcasting : kini program siaran tv dan radio
dapat dipesan secara khusus sesuai selera pribadi-pribadi
- multimedia media : media lama seperti surat
kabar dan majalah kini dapat menciptakan platform multimedia dengan video on
demand, jurnalisme warga ( citizen journalism ) dan lain – lain
menurut Lister et al (2009), karakteristik media baru :
digital, intern , hipertekstual, virtual , berjaringan dan tersimulasi
·
saat ini masyarakat Indonesia termasuk salah
satu pengguna media sosial yang tertinggi di dunia
·
hingga tahun 2012 ( Nugroho dan Syarief, 2012 )
-
pengguna Twitter > 19.5 juta akun
-
Facebook : 42.5 juta
-
Blog : 5.3 juta
Manipulator media dapat juga menjadi PEMBUNUH KARAKTER
seseorang atau suatu lembaga.
MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK AKTIVISME ANTIROKOK
PRO – KONTRA REGULASI ROKOK DI INDONESIA
media massa dan Media Sosial sebagai Ruang Publik
Pertarungan Wacana
Masalah rokok di Indonesia :
- ROKOK : masalah kesehatan masyarakat sekaligus
masalah EKONOMI POLITIK yang amat serius di Indonesia . 70-80 juta perokok
aktif ( termasuk 2 dari 3 pria dewasa ) : lebih dari 200.000 kematian/tahun.
25.000nya perokok pasif
- walaupun
rokok dinyatakan ADIKTIF, rokok tetap bebas diiklankan / dipromosikan .
- industri rokok membidik kaum muda / remaja
- PEROKOK PASIF tidak terlindungi
KAWASAN TANPA ROKOK ( KTR ) belum
ditegakkan
- MEDIA MASSA sebagai RUANG PUBLIK mendua
1.
keserakahan dan industri rokok ( biasa melakukan
interfensi )
2.
iklan , promosi , sponsorship ( + “CSR” ) rokok
yang massif
3.
lemahnya komitmen meregulasi rokok
Merokok dalam ruangan
· ini adalah asap rokok/tembakau di sebuah pub
irlandia sebelum larangan merokok di tempat umum dilarang mulai 29 maret 2004
· di ruang tertutup , partikel racun dapat
menempel dimana – mana .

No comments:
Post a Comment