Monday, September 28, 2015

Media Massa dan Media Baru

Selasa, 22 September 2015
Pertemuan 4: Irwan Julianto

Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (FIKom Untar) telah kedatangan dosen tamu yaitu Irwan Julianto. Irwan Julianto merupakan wartawan senior kompas .
Dalam kedatangannya untuk mata kuliah kapita selekta ini, beliau mengajarkan mahasiswa-mahasiswi FIKom Untar mengenai Media Massa dan Media Baru.



MEDIA MASSA DAN MEDIA BARU


Era media baru dan media sosial :
- Ditandai dengan perkembangan internet dan teknologi digital. yang merupakan lompatan dan revolusi. masyarakat informasi pun menjadi masyarakat dengan kultur digital ( Negroponte,1995)
- Kekuasaan dan pengaruh media massa yang tadinya terletak di tangan media, kini berada di tangan khalayak atau massa. informasi yang tadinya bersifat “one to many” berubah menjadi “many to many”
Salah satu wujud media baru adalah media sosial, yaitu media yang isinya diciptakan dan didistribusikan lewat interaksi sosial ( straubhaar et al., 2012 )

     Ciri- ciri media baru :
-    digital : digitalisasi terbukti dapat meningkatkan kualitas transmisi
-    interactive : sekarang ada tv,iklan,website interaktif
-    social media : yaitu media yang isinya diciptakan dan didistribusikan lewat interaksi sosial
-   Asynchronous Communication : konsumsi media bisa dilakukan sesuai waktu yang enak bagi tiap orang
-   narrowcasting : kini program siaran tv dan radio dapat dipesan secara khusus sesuai selera pribadi-pribadi
-  multimedia media : media lama seperti surat kabar dan majalah kini dapat menciptakan platform multimedia dengan video on demand, jurnalisme warga ( citizen journalism ) dan lain – lain

menurut Lister et al (2009), karakteristik media baru : digital, intern , hipertekstual, virtual , berjaringan dan tersimulasi


Media sosial di Indonesia
·         saat ini masyarakat Indonesia termasuk salah satu pengguna media sosial yang tertinggi di dunia
·         hingga tahun 2012 ( Nugroho dan Syarief, 2012 )
-          pengguna Twitter > 19.5 juta akun
-          Facebook : 42.5 juta
-          Blog : 5.3 juta
   
   Munculnya MANIPULATOR MEDIA , Termasuk media baru / media sosialpun dimanipulasi, misalnya dengan dibuatnya akun – akun twitter palsu dan (Ro)bot. 
      Manipulator media dapat juga menjadi PEMBUNUH KARAKTER seseorang atau suatu lembaga.
MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK AKTIVISME ANTIROKOK
PRO – KONTRA REGULASI ROKOK DI INDONESIA
media massa dan Media Sosial sebagai Ruang Publik Pertarungan Wacana

Masalah rokok di Indonesia :
-        ROKOK : masalah kesehatan masyarakat sekaligus masalah EKONOMI POLITIK yang amat serius di Indonesia . 70-80 juta perokok aktif ( termasuk 2 dari 3 pria dewasa ) : lebih dari 200.000 kematian/tahun. 25.000nya perokok pasif
-       walaupun rokok dinyatakan ADIKTIF, rokok tetap bebas diiklankan / dipromosikan .
-    industri rokok membidik kaum muda / remaja
-    PEROKOK PASIF tidak terlindungi
     KAWASAN TANPA ROKOK ( KTR ) belum ditegakkan
-    MEDIA MASSA sebagai RUANG PUBLIK mendua
  
     Ada 3 sebab utama mengapa rokok merajalela di Indonesia :
1.       keserakahan dan industri rokok ( biasa melakukan interfensi )
2.       iklan , promosi , sponsorship ( + “CSR” ) rokok yang massif
3.       lemahnya komitmen meregulasi rokok

Merokok dalam ruangan
·     ini adalah asap rokok/tembakau di sebuah pub irlandia sebelum larangan merokok di tempat umum dilarang mulai 29 maret 2004
·        di ruang tertutup , partikel racun dapat menempel dimana – mana .


No comments:

Post a Comment