Monday, November 30, 2015

HUBUNGAN MASYARAKAT UNTAR

"HUBUNGAN MASYARAKAT UNTAR"

Frans Vonny Calestine 915120112
Evon Natalia 915120139
Yolinsia 915130144
Jie Riani Soetarji 915130225


Selasa, 24 November 2015


Pertemuan 10 : Yugih Setyanto, S.sos.,M.Si.


Materi kuliah kapita selekta kali ini membahas tentang Public Relation di lembaga pendidikan yang dibawakan langsung oleh Bapak Yugih Setyanto, S.sos.,M.Si.
Selaku dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara yang juga merupakan salah satu PR dari UNTAR , Bapak Yugih mengungkapkan bahwa kampus memerlukan PR meskipun berbeda dengan PR di korporasi.

Tujuan di dirikan HUMAS UNTAR sendiri untuk menciptakan dan mengembangkan hubungan harmonis UNTAR dengan masyarakat baik internal maupun eksternal, mempromosikan dan meningkatkan citra baik UNTAR dan mengkoordinasikan kegiatan di tingkat universitas dan fakultas agar dapat berjalan seiring.



Beberapa bidang PR di UNTAR :
1. Bidang Eksternal
2. Bidang Internal
3. Bidang Event Organizer atau Protokoler

PR Universitas Tarumanagara sudah melakukan banyak kegiatan PR eksternal diantaranya melakukan media relations agar UNTAR lebih dikenal melalui publikasi yang positif. Media relations yang dilakukan dapat berupa media visit, membuat press realease, mengadakan press conference, media gathering, mengenalkan para pakar di UNTAR sebagai narasumber yang bisa di tanya media untuk menanggapi kasus-kasus yang membutuhkan tenaga ahli.

Untuk bidang internal kegiatannya adalah mengelola media publikasi internal, mendukung pelaksanaan kegiatan yang dilakukan Universitas Tarumanagara.
Bidang Event Organizer atau protokoler nertugas untuk mengelola acara resmi yang diselenggarakan UNTAR dan supporting kegiatan fakultas / lembaga terutama dalam keprotokoleran bila melibatkan pihak luar dan dihadiri VIP.


"Everything you do or say is public relations" - Unknown

Monday, November 23, 2015

Pengalamannya di Bidang Fotografi

Selasa 17 November 2015 
Pada pertemuan ini, sedikit berbeda dengan pertemuan-pertemuan biasanya yang lumayan serius. Karena materi yang akan dibahas oleh dosen tamu kita mengenai dunia fotografi. Bapak Didiet Anindita adalah seorang fotografer professional yang telah melahirkan berbagai karya dalam bentuk foto atau gambar. Dan Bapak Didiet menjadi dosen tamu kapita selekta hari ini, yang akan membagi ilmu dan pengalamannya di bidang fotografi.
Fotografi berasa dari bahasa Yunani :Fos" yang berarti cahaya dan "Grafo" yang berarti melukis/menulis, secara harafiah fotografi meupakan proses melukis dengan menggunakan cahaya. Siapa sih, yang tidak suka dengan fotografi? Mungkin hampir semua mahasiswa/i Fikom menyukai fotografi, karena fotografi merupakan salah satu mata kuliah yang ada di Fikom Untar. Selain itu menjadikan sebuah tantangan bagi anak komunikasi untuk dapat mengintepretasikan dan berkomunikasi melalui gambar atau fotyo yang berisikan makna yang sangat dalam.
Dalam kuliahnya tersebut, Pak Didiet begitu sapaannya menjelaskan Rules of Thirds. Komposisi Rules of Thirds adalah salah satu prinsip komposisi fotografi yang paling dikenal dan paling populer bagi mayoritas penggemar fotografi. Aturan komposisi ini menjadi pondasi bagi keseimabngan elemen foto. Dalam Komposisi Rules of thirds hanyalah salah satu dari sekian banyak prinsip komposisi. Prinsip Rules of Thirds merupakan bidang foto dibagi menjadi 3 bagian yang sama besarnya.
Dibalik keberhasilan dan kesuksesan dalam mendapatkan sebuah hasil yang baik, ternyata banyak pihak-pihak pendukung yang terlibat didalamnya, diantaranya:
- Fotografer
- Art Director
- Pengarah Gaya
- Owner
- Make Up Artist

TERIMA KASIH :)



Monday, November 16, 2015

EKONOMI POLITIK MEDIA

Frans Vonny Calestine 915120112
Evon Natalia 915120139
Yolinsia 915130144
Jie Riani Soetarji 915130225

SELASA, 10 NOVEMBER 2015

Pada pertemuan mata kuliah Kapita Selekta Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara kali ini, mendatangkan bapak Dr. Eko Harry Susanto,M.Si. Beliau membawakan materi Ekonomi Politik Media yang dijabarkan sebagai berikut :
Demokrasi Media :
      Ruang Publik sbg potensi  demokratis  media  tenggelam ketika rasionalitas birokrasi atau modal mulai mengambil alih dan mendominasi fungsi, sistem kerja dan orientasi produksi media (Agus Sudibyo, 2009 :xix). Lihat UU No.32/2002 tentang Penyiaran 

Media Sebagai Institusi Ekonomi  (Mc.Quail, 2010) :
Media berbeda atas dasar apakah media tersebut mempunyai struktur fixed dan variabel cost.
Pasar media mempunyai karakter ganda: dibiayai oleh konsumen dan atau oleh para pengiklan.
Media yang dibiayai oleh pendapatan iklan lebih rentan atas pengaruh eksternal yang tidak diinginkan.
Media yang didasarkan pada pendapatan konsumen rentan krisis keuangan jangka pendek.
Perbedaan utama dalam penghasilan media akan menuntut perbedaan ukuran kinerja media.
Kinerja media dalam satu pasar akan berpengaruh pada kinerja di tempat lain (pasar lain).
Ketergantungan pada iklan dalam media massa berpengaruh pada masalah homogenitas program media.
Iklan dalam media yang khusus akan mendorong keragaman program acara.
Jenis iklan tertentu akan menguntungkan pada masalah konsentrasi pasar dan khalayak
Persaingan dari sumber pendapatan yang sama akan mengarah pada keseragaman.

Ekonomi Media : UU No.40/1999 ttg  Pers :
 •Perusahaan Pers memberikan kesejahteraan kepada wartawan & karyawan Pers dalam
bentuk kepemilikan saham dan atau laba bersih serta bentuk kesejahteraan lainnya

Media Sebagai Institusi Ekonomi :
Media sebagai institusi ekonomi beroperasi berdasar rasionalitas bisnis
Investasi di media bukan karena  idealisme, tetapi berbisnis.

Produksi Informasi :

Informasi yang diproduksi media ditentukan oleh  nilai tukar, perluasan pasar dan
kepentingan  ekonomi pemilik media.
Media adalah proses ekonomi yang menghasilkan  komoditi  (isi
Media sesungguhnya mengarahkan perhatian khlayak ke iklan


Audience Sebagai Pasar :

Media dan khalayak adalah hubungan konsumenprodusen bersifat kalkulatif
Tidak menghiraukan  hubungan sosial khalayak
Stratifikasi sosialekonomi mempengaruhi  produksi informasi media
Prinsip pasar , khalayak  yang memilih  untuk melihat dan mendengar media adalah
sasaran perhatian media

Lingkungan Ekonomi Media :

Pasar massal yang dikuasai unit produksi besar, mendorong pemusatan kepemilikan
media 
Muncul  perusahaan media  kuat  yang  memiliki  jaringan industri -  bisnis media 
lainperusahaan koran di mana satu perusahaan

Wednesday, November 4, 2015

Corporate Communication Strategy

Frans Vonny Calestine            915120112
Evon Natalia                           915120139
Yolinsia                                   915130144
Jie Riani Soetarji                     915130225

Selasa, 3 November 2015 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara (FIKom Untar) kedatangan dosen tamu untuk mengajarkan kelas Kapita Selekta. Dosen tamu bernama Suciati Oktavia atau akrab di panggil dengan nama Ibu Evie. Ibu Evie merupakan PR dari BNI dan saat ini menjabat sebagai Assistant Vice President (AVP). Dalam pertemuan kali ini, Ibu Evie menjelaskan mengenai “Corporate Communication Strategy”.

Dalam Corporate Communication Strategy, terdapat istilah Corporate Secretary. Corporate Secretary berbeda dengan Humas. Perbedaannya yaitu, Corporate Secretary merupakan suatu unit atau seseorang yang biasanya ada di perusahaan go public (terbuka). Biasanya, Corporate Secretary disebut sebagai divisi kesekretariatan perusahaan. Sedangkan, Humas merupakan seseorang yang membangun hubungan ke dalam (internal) dan keluar (eksternal).

Adapun, Ibu Evie menjelaskan perbedaan dari Corporate Communication dan Marketing Communication, yaitu:
Corporate Communication bertujuan melakukan kegiatan yang lebih mengarah ke citra (image) perusahaan, sedangkan
Marketing Communication bertujuan untuk meningkatkan penjualan (jualan produk).

Ibu Evie juga menegaskan bahwa untuk membuat kebijakan strategis perusahaan, PR tidak boleh melenceng dari strategi perusahaan. Yang dimaksud dari strategi perusahaan disini yaitu visi dan misi perusahaan.

“Divisi komunikasi sebagai integrator komunikasi” tutur Ibu Evie sehingga PR harus menjalin hubungan dengan stakeholders baik internal maupun eksternal.
Stakehoders internal yaitu management yang terdiri dari komisaris dan direksi, karyawan sedangkan stakeholders eksternal yaitu pemerintah, lembaga, investor, media, publik.

Contoh kegiatan internal BNI:
Website, intranet
Contoh kegiatan eksternal BNI:
Mengunjungi media-media yang punya pengaruh besar terhadap perusahaan seperti gathering.

PR dalam Organisasi BNI
·         Fungsi Corporate Secretary
§  Memenuhi ketentuan pasar modal
§  Keterbukaan antara perusahaan dan pemegang saham
·         Fungsi PR / Humas
§  Menciptakan image positif

§  Menginformasikan segala kejadian actual perusahaan kepada publik eksternal maupun internal